Minggu, 17 Juli 2016

Genesis 01

Cerita ini hanyalah fiksi, dan hasil imajinasi dari penulis. Sekali lagi hanya imajinasi Penulis, Usul dan Saran sangat saya hargai. Selamat Membaca.


Dunia Masa Depan
(Sumber Ilustrasi :
cdn.klimg.com)

MEDALI ZAMAN


New York, USA, MASA DEPAN

Kepingan itu adalah masa depan bumi, dia akan mengubah bumi kembali menjadi baru dan menjadi seperti disaat diciptakan. segala sesuatunya akan baru untuk seribu tahun kedepan, untuk waktu yang panjang melebihi imajinasi manusia. Aku menyebutnya medali karena siapapun yang mendapatkannya akan bagaikan juara yang tak pernah hilang namanya dari zaman ke zaman. namanya akan tertulis di dalam memory medali tersebut selama dia sebagai pemilik dan penggunanya. Yahh mungkin kita pernah mendengar cerita Lord of The Ring siapapun yang akan menguasai cincin tersebut akan menjadi penguasa dunia dan cincin itu akan membuat sang pemilik memiliki karakter jahat. Namun ada yang berbeda antara cincin tersebut dan medali ini. Medali zaman demikian orang menyebutnya adalah kekuatan yang begantung pada sifat dari sang pemilik. jika sang pemilik adalah orang baik maka medali akan memberikan arah menuju kebaikan dan jika sang pemilik adalah orang jahat maka medali tersebut akan memberikan mereka arah ke tujuan jahat sang pemilik. Aku pikir itu hanya sebuah dongeng sebelum tidur dari generasi ke generasi yang diciptakan untuk anak-anak, sampai semuanya berubah dan membawa aku ikut dalam pencarian.

Namaku Hiroyan Kiba (30) aku biasa dipanggil Roy, aku adalah anggota Corps I.P.G.K (International Peace Guard and Keeper) Detasemen Sejarah dan Arkeologi Dunia dengan pangkat Sersan. Ayahku Kolonel Hariun (59) biasa dipanggil Riu adalah Komandan kami yang berkantor di New York Amerika Serikat, kami adalah orang Indonesia. Namun sudah sangat lama orang tuaku meninggalkan kampung halaman dan menetap di negeri Paman Sam, sehingga dari bersekolah dan sampai sekarang ini aku hanya mengenal budaya dan kehidupan sehari-hari Amerika Serikat.

Gara-gara gossip tentang medali ini membuatku harus menuju kampung halaman bersama dengan tim riset kami. Sengaja Komisaris Tinggi Michael pimpinan I.P.G.K mengutus ayahku karena kami memang berasal dari Indonesia, dan disaat sekarang ini kami sudah berada di ruangan zero pusat mesin teleportasi antar negara yang mampu mengirim kami lebih cepat dari pesawat yang memakan waktu berjam-jam. Yah di Amerika Teleportasi itu sudah sangat biasa bagi kami yang berada di I.P.G.K, sesaat setelah mengecek kartu perjalananku aku kemudian bermaksud untuk segera masuk ke Pesawat Teleportasi yang muat untuk 6 orang bersama dengan pilot dan ko pilotnya. Pesawat tersebut sama layaknya seperti ruangan dalam sebuah pesawat terbang, dilengkapi kursi dan sabuk pengaman penumpang. pada posisi depan merupakan tempat yang menyerupai kursi pilot dan kopilot yang bertugas untuk mengendalikan pesawat terbang, namun Pilot kami sekarang bukan pilot yang telah lulus akademi penerbangan melainkan ayahku sendiri Riu yang menjadi pimpinan tim ekspedisi Medali Zaman, demikian kami menyebut nama rombongan kami. Setiap perwira di I.P.G.K telah mendalami pelatihan pilot Pesawat Teleportasi, dengan demikian jika melakukan perjalanan antar negara maka mereka akan mampu untuk mengendalikan mesin teleportasi tersebut.

"Sersan Hiroyan, harap bapak segera ke ruang penjemputan, ada tamu yang sangat mendesak ingin bertemu anda sebelum berangkat.." Private Larry, bawahanku melapor dengan wajah serius secara tiba-tiba yang membuatku langsung menuju keruang penjemputan atau ruang umum. Pangkalan Pesawat Teleportasi merupakan pangkalan yang dibagi menjadi beberapa bagian. Pertama adalah Ruangan Umum untuk kegiatan sehari-hari seperti administrasi, Ruangan Steril 2 khusus untuk para penumnpang pesawat Teleportasi, Ruangan Steril 1 untuk hanggar dan parkiran pesawat, dan terakhir adalah ruangan Zero untuk pemberangkatan pesawat teleportasi.

"siapakah gerangan yang akan menemuiku disaat-saat aku akan berangkat ke tempat yang jauh ?" penasaran hatiku bertanya. di ruang umum orang yang menemuiku telah menunggu ternyata dia adalah Rosy wanita yang selama ini menjadi tambatan hatiku.. :)

"hai, sudah mau berangkat yah ?" katanya sambil menunduk dan tersipu malu, Rosy berkata sambil tak berani menatap mataku, sepertinya dia menyimpan sesuatu yang memaksaku untuk mengetahuinya tanpa sebuah kata-kata yang diungkapkan.

"iya, dari mana kamu tahu kegiatan kami ?, ini kan kegiatan yang tidak diketahui oleh orang lain selain Divisi kami dan Divisi Intelijen Dunia ?" tanyaku sambil menatap serius padanya.

Rosy
(Sumber Ilustrasi : modelkubaju.blogspot.com/2019/10/
info-top-55-baju-pramugari-nam-air.html)

Aku dan dia memang akhir-akhir ini sering bertengkar dan tidak sejalan, mengenai hal yang sepele pun kadang menjadi sebuah pertengkaran, namun hari ini dia telah membuatku terpesona dengan seragam lapangan yang selama ini jarang dipakainya jika dia sedang bersamaku, dia bekerja sebagai pramugari di maskapai Civilian Shield Air (C.S.A), maskapai yang bergerak dibidang pertahanan masyarakat sipil. Jadi aku tak heran jika seragam para pramugari Civilian Shield Air hampir sama dengan seragam wanita dari US Air Force. Sekalipun seragamnya semi militer namun tak menutupi kecantikan dan keindahan tubuh wanita yang sebanarnya sangat kusayangi ini, hanya saja kemarin andaikan bukan gara-gara pertengkaran kami yang berlarut-larut mungkin sekarang aku sedang dalam perjalanan ke pangkalan Civilian Shield Air untuk menjemputnya. Yah sejak awal sebenarnya Komisaris Michael tidak memaksa diriku untuk ikut berhubung perjalanan yang menempuh banyak resiko dan memerlukan mental yang kuat untuk duduk diatas pesawat teleportasi, namun karena pertengkaranku itulah dengan Rosy sehingga aku memutuskan sedikit memaksa Pak Komisaris untuk membuatkanku kartu perjalanan, kunci dari ikutnya diriku dalam sabuah tim yang dipimpin langsung oleh ayahku Riu, aku benci dengan pertengkaran dan aku ingin bebas dari rasa galau yang menimpaku.

" maafkan aku Roy, aku memang salah dan masih kekanak-kanakan, tapi aku mohon batalkan niat kamu untuk ikut di ekspedisi ini"
mohonnya dengan wajah yang meminta belas kasihan.

" telat kamu ngomongnya, seandainya dari kemarin kamu tidak cuek dengan hubungan kita, mungkin saja ekspedisi ini bisa kubatalkan, tapi kenapa baru sekarang kamu datang ?" kataku.

"iya deh maaf, aku kemarin tidak sengaja memulai pertengkaran hanya karena kamu menginginkan karierku kujaga baik di C.S.A, selama ini aku memang terlalu terlena dengan kegiatan bersama kawan-kawanku dan sedikit melupakan karir serta hubungan kita, jadi aku mohon maafkan aku dan temani aku sore ini ke Party Field, aku ingin bertemu dengan idolaku yang katanya akan tampil sore ini di Party Field Zero, " katanya penuh harap.

"dasar nggak tahu perasaan nih anak, apa dia lupa pertengkaran kemarin gara-gara Party Field juga ?" kataku dalam hati.

"maaf aku nggak bisa, aku mau ikut ekspedisi. Silahkan kamu ajak orang yang selama ini buat kamu senang-senang, kan banyak teman laki-laki yang bisa ajak kamu ke Party Field" ujarku.

"iya deh maaf kalau ganggu ekspedisi kamu, kembali ke Amerika jangan pernah hubungi aku lagi, dan jangan pernah harap aku akan jadi pendampingmu. Mungkin kamu ntar punya jodoh sendiri, aku benci dipermainkan seperti ini, kita akhiri saja hubungan kita.." Rosy berkata dengan emosi yang tidak dapat dibendung lagi. Padahal sebenarnya aku berharap dari kejadian kemarin dia mau belajar untuk berubah, namun apa yang kulihat sekarang benar-benar sangat mengecewakan. Ya mengecewakan jika pasangan yang kita harapakan selama ini tidak bisa mengerti keadaan dan kondisi hati yang sebanarnya. Ah sudahlah semoga selama aku pergi dia akan baik-baik saja, mungkin juga selama aku pergi dia akan temukan yang lebih baik, dan mudah-mudahan dia bahagia.

"permisi, sersan Roy" katanya dan meninggalkanku tanpa memberiku kesempatan untuk berbicara.

Benar-benar nih cewek, dari dulu sampai sekarang tidak bisa berubah, mungkin gara-gara trauma masa kecil yang menyebabkan dia seperti itu...

"Sersan Roy,,," terdengar suara lain memanggilku. Dan yang ada dibelakangku adalah ayahku sendiri dengan wajah yang serius..wah gawat ini..

"siap komandan..." kataku

"kemana Rosy ? apa dia sudah pulang ?"

"iya ayah, dia sudah pulang, ada urusan penting di maskapai katanya" terpaksa aku berbohong dan menutupi kenyataan bahwa baru saja aku putus dengan Rosy.

"baik sersan, alat transportasi kita sudah siap. Kita harus segera berangkat ke lokasi secepatnya" katanya seraya beranjak pergi.

Aku mengikuti ayahku dari belakang menuju kembali ke ruang zero. di ruang zero telah berkumpul 10 orang tim ekspedisi yang siap untuk berangkat bersama kami. Tim ekspedisi kami terbagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama merupakan tim dari Corps I.P.G.K (International Peace Guard and Keeper) Detasemen Sejarah dan Arkeologi Dunia, dan tim kedua dari Corps I.P.G.K (International Peace Guard and Keeper) Detasemen Keamanan Personil. Detasemen kedua merupakan prajurit-prajurit tangguh yang ditugaskan untuk menjadi pengawal ekspedisi agar terhindar dari gangguan kriminal dan serangan tak terduga dari hewan buas andaikan kami berada di hutan liar.

Tim Detasemen keamanan dipimpin oleh : Letnan John (35) salah satu lulusan terbaik dari sekolah komando US Navy SEAL , dan Tim ekspedisi dipimpin oleh ayahku sendiri.

"Hello Sergant Roy, apa kabar ?" Letnan John tersenyum ramah kepadaku sambil mengulurkan tangannya. Walaupun tampangnya sangar dan wajah dihiasi jambang. Prajurit Amerika ini sangat baik kepada semua orang, terlebih pernah dia dibantu oleh ayahku pada saat masih bersekolah di sekolah komando beberapa tahun yang lalu.

"Hello Lieutenant John, I'm fine, Nice to meet you again. And how about you Big Brother ?" sambil membalas jabat tangannya. aku memanggilnya dengan sebutan Big Brother karena dia dapat dijadikan teladan dan dulu aku selalu minta nasehat dari dia kalau pas lagi ribut dengan pacar-pacarku, hehehehe.., jadi tak ada salahnya aku anggap dia Kakak tertua dan tampaknya John senang kalau kupanggil seperti demikian.

"aku baik-baik saja Ryo, apa ini misi pertamamu si anak manja ? hahahahaha..." kata BigBro sambil tertawa...

"Ohh, Come On John... i'm not a spoiled child again..." kataku kesal,

"Oke,oke I'm Sorry My Brother", katanya dengan tawa yang masih ditahan.

tapi harus kuakui bahwa John memang benar. dulu sewaktu dia masih pendidikan di sekolah komando sering aku mengganggu istirahatnya dengan curhatanku yang panjang-panjang sampai kadang dia tertidur sebelum membalas curhatanku di messengernya. Pernah juga aku kena teguran dari ayah gara-gara aku John sampai terlambat ikut apel pagi lantaran kesiangan bangunnya, ya gara-gara messengerku lagi...Tapi satu yang aku suka dari John, dia mengerti tentang diriku, dan dia benar-benar bersikap sebagai seorang kakak laki-laki dan tak pernah mempermasalahkan kesusahan apa saja yang sudah kulakukan padanya.

"Perhatian untuk Corps IPGK Tim ekspedisi Timur, agar segera menuju ke ruang zero. Alat teleportasi segera akan di aktifkan",  terdengar pemberitahuan pada seluruh ruangan dari pusat pengendali pesawat teleportasi.

Pesawat Teleportasi
(Sumber Ilustrasi : www.theatlantic.com/sponsored/
thomson-reuters-why-2025-matters/electric-flight/208/)

"Oke it's time, sekarang waktunya Roy. sampai jumpa di Indonesia" kata Letnan John menepuk bahuku sambil bergegas menuju pesawat teleportasi tumpangannya.

"sampai jumpa di Indonesia Letnan.." aku membalas kata-katanya dan tanpa banyak berpikir lagi aku pun masuk ke pesawat teleportasi Air Hawk 1, sementara Letnan John dan Detasemen Keamanannya menggunakan Air Hawk 2.

diatas pesawat, sudah hadir ayahku dan 4 orang tim ekspdisi, Dr. Mariah (29), Proffessor Dr. Hubert (40), Dr. Christine (36), dan Private Larry (22). Dr.Mariah adalah wanita keturunan Amerika Mexico sekilas mirip dengan artis cantik amerika karena tampilannya yang modis, dia adalah lulusan dari harvard dan menjadi asisten dari Dr. Hubert. Dr. Hubert keturunan Amerika adalah seorang guru besar di Universitas terkemuka di Amerika Serikat serta menjadi kepala bagian Pusat Riset serta penambangan Arkeologi Corps I.P.G.K. Dr. Christine wanita kulit hitam amerika yang memiliki darah asia sehingga menjadikannya idola dikalangan teman-teman prianya. lulusan universitas Yale bidang teknisi arkeologi dan menjadi wakil kepala dari teknisi arkeologi corps I.P.G.K. Yang terakhir adalah Private Larry yang merupakan lulusan terbaik dari sekolah tamtama di US Army.Kecuali Ayahku, dan Dr. Hubert, kami semua di pesawat itu masih lajang semua namun Dr. Christine berencana setelah menyelesaikan ekpsedisinya dia akan segera menikah dengan sahabatnya dari kota Philadepiha

"baik apa kalian semua sudah mengencangkan tali pengaman ? kita akan segera berangkat" kata ayahku Riu..

"SIAP KOMANDAN", aku dan Larry berseru serempak sementara ketiga orang yang merupakan peneliti tadi hanya menyahut pendek sambil Mariah dan Christine tersenyum melihat kami. sementara sang professor hanya menatap kami tanpa ekspresi.

"Air Hawk 1 apa kalian sudah bersiap untuk proses teleportasi ?" pusat pengendali pesawat teleportasi bertanya.

"disini Air Hawk 1 siap untuk proses teleportasi" pilot menjawab.

"Air Hawk 2 apa kalian bersiap untuk proses teleportasi ? "

"disini Air Hawk 2 bersiap untuk teleportasi" pilot menjawab.

"Baik, proses dimulai. Pilot masukkan kode koordinat Asia Tenggara : 6 derajat Lintang Utara - 11 derajat08'Lintang Selatan dan 95 derajat Bujur Timur - 141 derajat 45 Bujur Timur" perintah pusat pengendali pesawat teleportasi.

"siap, koordinat dimasukkan" Pilot kedua pesawat menjawab.

" masukkan koordinat Tempat Pendaratan : Indonesia, 2 derajat - 3 derajat Lintang Selatan dan 119 derajat - 120 derajat Bujur Timur" pusat pengendali pesawat teleportasi kembali memerintahkan koordinat baru.

"siap, koordinat dimasukkan, pesawat telah siap berteleportasi" Kedua Pilot Air Hawk menjawab perintah dari pusat pengendali pesawat teleportasi.

"Baik, semoga sampai ditujuan, Proses teleportasi segera dimulai waktu sekarang adalah pukul 08.00 AM waktu New York.."

itu adalah kata-kata terakhir yang aku dengar sebelum telingaku tertutup oleh suara mesin pesawat dan mataku melihat cahaya putih dari proses teleportasi. Kami akan menuju ke Indonesia, 2 derajat - 3 derajat Lintang Selatan dan 119 derajat - 120 derajat Bujur Timur. Dengan kata lain kami akan menuju Tana Toraja, kampung halamanku....

Bersambung ke : GENESIS 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar