Minggu, 18 Desember 2016

Genesis 03

MEDALI ZAMAN


Ruang Briefing & Penginapan Tim Ekpedisi Timur, 08.39 PM

"ada sesuatu yang terjadi di koordinat A yang menjadi pusat penelitian arkeologi tim Ekpedisi Timur, seperti sebuah fenomena alam langka yang jarang terjadi di Negara ini..." Mayor Yonner menjelaskan di ruang Brifing Tim.

Dari peta online aku tahu bahwa pusat penelitian kami yang diberi kode titik NOL memang sedang mengepul asap aneh dari sebuah lubang yang baru saja terbentuk dari dasar bumi. Dari lubang tersebut keluar sebuah cairan yang menyerupai lumpur dengan titik didih 100 derajat dan unsurnya terdiri dari lumpur serta material yang mengandung besi, itu yang tebaca di peta Online yang ada di tangan kami masing-masing, selain mampu membaca suhu dan menentukan kandungan material di tempat kejadian peta online juga mampu menampilkan organisme hidup yang berada disekitar lokasi yang sedang dipantaunya, jadi kami dapat menghitung jumlah semut atau rayap yang sedang menghuni lokasi yang tampak di peta Online dan juga kehidupan di udara tentunya.

"Apakah malam ini kami bisa segera mengunjungi lokasi tersebut ? " ayahku bertanya kepada Yonner

"untuk saat ini kami sedang mengirimkan tim dari departemen pertambangan dan tenaga nuklir untuk menyelidiki hal tersebut lebih dahulu apakah fenomena ini merupakan peringatan akan bencana atau tidak, jika hasilnya negatif maka kita akan berangkat kesana dan melakukan penelitian, karena bagaimanapun anda dan teman-teman anda adalah tamu kami di Indonesia dan kami diwajibkann untuk melindungi tamu negara. Jadi mohon maafkan saya karena belum dapat mengantar Tim Ekspedisi Timur ke Lokasi.." kata Yonner dengan sehalus mungkin untuk menghindari kecurigaan dan kesalahpahaman antar dua tim yang berbeda negara tersebut.

"saya berjanji jika malam ini hasilnya telah keluar maka saya akan mengantar tim Ekspedisi ke lokasi penelitian besok pagi, mari kita istirahat sejenak, saya sudah menghubungi kawan saya di lembaga budaya Toraja untuk menyiapkan penyambutan bagi Tim ini, mari kita segera ke Balai Budaya ada acara adat budaya disana, saya yakin anda tidak akan menyesal menyaksikan keindahan budaya Indonesia yang juga merupakan negara asal anda Pak Komandan" Yonner panjang lebar berbicara berusaha meyakinkan ayahku bahwa malam ini kami harus beristirahat dan sedikit santai.

"baiklah mungkin malam ini kita harus bersantai sejenak, namun Tim Ekspedisi Timur jangan ada yang mabuk dan melakukan hal tidak senonoh di saat kita terpencar mencari hiburan nanti karena besok tugas penting menanti kita semua. Kalian paham para anggota Tim ?" kata ayahku Riu memberikan brifing penutup sebelum semuanya bubar.

"kami paham Pak" semua anggota Tim serempak menjawab

"baik mari kita santai dan menuju ke balai budaya Toraja, brifing saya bubarkan" tutup ayahku

BALAI BUDAYA TORAJA , 10.00 PM

Lagu dengan melody pentatonik di iringi dengan gendang adat yang ditabuh mengalun indah memenuhi ruangan budaya Toraja, musik yang belum pernah kudengar sebelumnya di Amerika. Musik dengan melody yang seperti mengandung unsur msitik yang membuat hati ini terasa damai dan damai ini semakin bertambah ketika melody mistik tersebut dilengkapi dengan tarian gemulai dari para gadis penari Toraja,, Luar biasa mereka cantik dan gerakannya seirama dengan melody mistik tersebut.

eitt, tunggu dulu sepertinya aku mengenal salah satu bidadari penari tersebut, Oh iya dia adalah Fezriana atau Fezry atau Ezry... dan dialah yang menaiki alat musik gendang sambil dengan lincahnya menggerakkan tubuhnya yang indah.

woww, pokoknya ndak boleh lagi aku kehilangan momen untuk lebih mengenal dia... kali ini aku harus minta kode messengernya dan....

Bip..Bip...Bip..Bip... tiba-tiba terdengar bunyi messenger khusus tim ekspedisi, sejenak aku membuka dan membaca isinya kemudian tubuhku serasa lemas dan jadi tidak bersemangat lagi.

Bunyinya : "Darurat,Tim Ekspedisi Timur segera berkumpul di ruang Briefing dan bersiap untuk perintah selanjutnya".

"yahh, kehilangan momen lagi nih... padahal aku sudah pasang target untuk ajak Fezry ngobrol", batinku

Tanpa peduli lagi dengan acara adat Toraja yang dimeriahkan dengan kegiatan yang lain akupun berdiri dan melangkah ke arah ruangan briefing Tim yang berada tak jauh dari Balai Budaya.

"parah nih, seandainya aku tau ada wanita secantik Fezry di tempat ini mungkin dari tahun-tahun kemarin aku sudah datang ke Indonesia dan mencarinya" pernyataan aneh-aneh keluar dari dalam pikiranku jika situasiku sedang galau,

dan pikiran galauku itu spertinya tidak cocok dipakai pada saat aku berjalan karena gara-gara itu kembali aku menabrak sesuatu pada saat aku melintasi koridor (jalan panjang) menuju ruangan briefing...

brakkk !!! aduhhh, aduhh,,, benda yang kutabrak dan sekarang tergeletak dilantai itu ternyata adalah makhluk hidup dan yang lebih mengejutkan lagi makhluk hidup itu adalah Fezry yang sekarang terduduk sambil meringis kesakitan akibat tertabrak tubuhku yang kalau berjalan sambil galau tak jauh beda dengan kendaraan buldoser.

ternyata di koridor tersebut ada beberapa ruangan ganti untuk peserta kegiatan di Balai Budaya dan dari ruangan tersebut Fezry muncul dengan beberapa teman gadisnya, kebetulan Fezry yang duluan keluar tepat membelakangi aku karna dia asyik bercanda dengan teman-temannya. Dan disaat itulah momen tabrakan terjadi.

"kok aku sial banget yah hari ini, tadi ditabrak di bandara dan sekarang kena tabrak lagi disini", keluhan Fezry terdengar sambil memungut aksesoris tari nya sambil dibantu teman-temannya yang lain.

"Siapa lagi sih yang jalan sambil ndak hati-hati ?" katanya sambil menoleh dan terkejut melihat aku kebingunan

"hei kamu yang tadi di bandara kan ?" tanyanya tersenyum seolah-olah tak percaya bisa bertemu denganku lagi, dari tatapan matanya seolah dia senang sekali melihatku apalagi disaat itu aku tidak mengenakan pakaian lapangan tapi menggunakan pakaian santai sehingga kesan seram dari seragam lapangan tidak tampak pada diriku.

"cieh, cieh inikah yang kenalan baru ? kasi kenalan dong sama kami Fezry". Salah seorang teman Fezry menatapku dengan penasaran sambil berkata, "tadi Fezry cerita kamu terus katanya kamu dari Amerika tapi mirip asli Indonesia makanya kami jadi penasaran seperti apa dirimu sampai Fezry terus cerita tentang kamu sampai dia kembali tabrakan sama orang yang menurut dia katanya tam....mpppfff..." kata-katanya terputus karena tiba-tiba Fezry menutup mulut temannya tersebut agar tidak melanjutkan kalimat yang selanjutnya. Aku yang dari tadi galau ditambah kaget sekarang jadi bingung juga karena lihat teman-teman Fezry yang jadi ribut dengan kata-kata yang barusan dan menertawai Fezry yang wajahnya mulai merona merah, tapi wajah yang merah tersebut membuat Fezry makin cantik terlihat.

"nggak apa-apa kok, maaf tadi aku buru-buru jalannya jadi tidak lihat-lihat, eh tadi nama kamu siapa ?" Fezry mencoba mengambil alih pembicaraan dari temannya dan sekaligus mencoba untuk membuat suasana jadi tenang. Sementara teman-temannya makin ribut saja gara-gara ekspresi Fezry yang masih salah tingkah.

"namaku Hiroyan Kiba, panggil saja aku Roy. kamu Fezriana kan ?"

"iya, kamu panggil saja aku Ezry" sambung Fezry

Bip..bip..bip..bip.. aduhh benda ini lupa kusilent lagi, suaranya yang keras merusak suasana romantisku sesaat dengan Fezry.

"eh kamu punya pesan tuh" kata Fezry dengan suara yang lembut.

"Fezry, kami duluan yahh, dadahhh" setelah messenger sekarang teman-temannya yang ganggu suasana lagi. Seolah-olah mereka tidak mau mengganggu kami tapi dengan suara tawa yang disembunyikan kelihatan kalau mereka mau menggoda kami berdua.

"ehh tunggu saya mau ikut juga" kata Feby dengan suara yang pelan tapi tegas.

Dalam hati aku sebenarnya sudah senang ditinggal sama teman-teman Fezry tapi mungkin Fezry punya urusan juga, dan tentu saja urusanku dengan Messenger ini juga harus kuselesaikan dan pastinya itu panggilan dari Tim Ekspedisi.

"oh iya Fezry, kamu punya Kode Messenger ?" kataku sebelum kehilangan momen lagi.

"ini nih kontakku sambil mengambil messengernya dan menyentuhkan benda tersebut ke messenger milikku. setelah menekan layar berwarna hijau maka messengerku telah otomatis menyimpan kontak dari Fezry".

"Terima kasih Ezry, semoga kita bisa bertemu lagi yahh" kataku sambil tersenyum kepadanya, padahal aku jarang tersenyum :D

"iya Your welcome, Roy" katanya sambil tersenyum manis kepadaku... dan hatiku mengatakan bahwa ini adalah kode...hehehe...

"oke sampai jumpa yah..." katanya lagi dengan senyumnya sambil berlalu dari hadapanku..

aku hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukan kepala sambil melihat dia berlari kecil menjumpai sahabatnya yang dari tadi sudah gelisah dan berbisik-bisik sambil terus memperhatikan kami.

Deg... Eh perasaan apa ini ? kenapa tiba-tiba rasanya ini terakhir kali aku melihat Fezry, dan belum sampai aku berfikir apa-apa tentang perasaan tersebut ada sebuah cahaya yang kelihatan di jendela berkelap kelip terlihat di udara dan menuju ke arah bandara..

Lho itukan... itu kan...

"FEZRYY, AWASSSS !!!!".... Tapi semuanya terlambat....


Bersambung Ke : GENESIS 4

Minggu, 27 November 2016

Genesis 02

MEDALI ZAMAN


Tana Toraja, Indonesia, Pukul 07.01 PM

Kami tiba di bandara khusus Teleport Tana Toraja, suasana sudah gelap namun masih tetap ramai tak jauh beda dengan Pangkalan Pesawat Teleportasi di New York, namun Pangkalan ini dikhususkan untuk mereka yang dari kalangan atas serta kalangan pengusaha, dan untuk operasi militer hal itu dikarenakan mahalnya biaya pengoperasian pesawat teleportasi di pangkalan Tana Toraja ini.

Bandara Teleport Toraja
(Sumber Ilustrasi : https://pin.it/5VD9qAN)

"Good night, can i help you sir ?" kata petugas yang menyambut kami saat baru saja keluar dari pesawat Air Hawk 1 dan Air Hawk 2.

"Selamat malam, saya dari Amerika Serikat tapi keturunan Indonesia dan kami ada tugas disini" Riu, ayahku menjawab dengan bahasa Indonesia.

"Ohh, maaf saya kira anda tidak bisa berbahasa Indonesia, kami dengan senang hati akan membantu anda dalam misi ini, anda tidak perlu terkejut karena saya sudah mendapat laporan dari organisasi anda, dan semua peralatan telah saya siapkan, Pak" dengan lancarnya sang petugas berbasa basi didepan rombongan kami.

"dari mana anda tahu bahwa kami memiliki misi ke tempat ini ?" ayahku dengan pandangan penuh selidik bertanya pada petugas tersebut.

"saya anggota Badan Intelijen Indonesia, kami harap anda datang ke negeri kami bukan untuk mencuri sesuatu dari kami namun memberikan sesuatu yang berguna untuk pembangunan bangsa Indonesia" entah kenapa sang petugas tiba-tiba memancing suasana menjadi panas.

"jangan kuatir ekspedisi kami telah diketahui oleh badan intelijen negara tuan dan darah kami sama dengan darah anda hanya saja kami warga negara Amerika Serikat dan kami diutus oleh badan Internasional untuk menyelidiki sesuatu di Tana Toraja. Penyelidikan kami akan kami laporkan juga kepada pemerintah Indonesia dan kami tidak akan menyembunyikan apapun dari hasil penyelidikan kami, apa pernyataan ini cukup bagi saudara ?" kata ayahku membuat sang agen Indonesia ini menjadi terdiam namun  kali ini dia tersenyum dengan wajah ramah.

"baiklah selamat datang di Indonesia, di Tana Toraja, Tondok Lepongan Bulan..." sahut sang petugas dengan maksud untuk mencairkan suasana.

Sepertinya orang ini pernah kukenal deh, Oh iya dia adalah Mayor Yonner (33), nama codenya adalah : Big K. Dia adalah pimpinan operasi anti pangkalan militer asing di Indonesia pada saat pangkatnya masih Kapten. Dari data Intelijen Amerika yang sempat kubaca di rumah seorang sahabatku, operasi yang dia lakukan cukup berhasil dan dia mendapat penghargaan tertinggi dari Presiden Indonesia karena operasinya yang menguasai pangkalan militer asing rahasia di beberapa pulau di Indonesia.

Badan Intelijen Amerika berencana untuk menangkap Yonner karena operasinya tersebut menyebabkan Amerika kehilangan beberapa pangkalan plus peralatan canggih yang jatuh ke tangan pemerintah Indonesia, jatuhnya peralatan canggih tersebut tentu saja membuat Amerika menjadi panik karena peralatan yang direbut oleh Big K adalah peralatan intelijen tingkat tinggi.

Sosok Yonner hampir sama seperti diriku, memiliki tinggi 165 cm, berbadan tegap, wajah tampan dan matanya selalu terlihat waspada. Namun saat ini dia sedang menyamar menjadi petugas travel bandara berhubung karena misinya di bidang yang sangat rahasia makanya dia tidak mau terlihat seperti kami yang sangat mencolok dengan atribut lapangan kami dari Corps I.P.G.K.

"Okey, Ladies and Gentlemen, follow me please... saya telah menyiapkan tempat peristirahatan bagi anda" kata Yonner sambil menebar senyum ramah khas Indonesia kepada kami tak terkecuali kepada kedua wanita cantik di dalam tim Ekspedisi Timur. Tentu saja kedua wanita Amerika tersebut berbunga-bunga mendapat perlakuan yang ramah dari sang agen sampai wajah Dr. Mariah bersemu merah namun ekspresi tersebut ditutupinya dengan pura-pura membaca peta digital Tana Toraja. Dan bagaimana dengan Dr. Christine ? dia hanya menunduk sambil tersenyum, mungkin dia menyesal kenapa selama ini dia tidak ke Indonesia dan berkenalan dengan pemuda Indonesia yang terkenal dengan ketampanan Asianya, hehehe...

"Uouppss, I'm sorry. Nama saya adalah : Yonner, pangkat saya adalah Mayor dan saya akan jadi pemandu anda di penyelidikan ini" Yonner tiba-tiba menyadari kesalahannya yang lupa memperkenalkan diri kepada kami.

Sesaat semua tim ekspedisi tertawa atas tingkah kekonyolan Yonner, mulai saat itupun suasana yang tadi dipenuhi oleh kekakuan antar dua negara sekarang menjadi cair dan penuh keakraban. Dua orang sahabat Yonner perwakilan dari Polisi dan Militer di TanaToraja ikut bergabung bersama kami sambil menyerahkan makanan dan minuman ringan untuk tim Detasemen Keamanan Personil termasuk kepada Letnan John sahabatku, hal tersebut membuat kami semakin akrab dengan para aparat dari Indonesia ini.

Saat melewati pintu keluar dari bandara tersebut aku terpesona dengan banner digital lukisan adat Tana Toraja yang sangat eksotis, wah kalau saja aku tau dari dulu mungkin aku akan...

BRAKKK... "aduh.." tiba-tiba aku merasa seperti menabrak sesuatu, dan sesuatu tersebut jatuh tepat dihadapanku yang sementara melongo terpesona sambil melihat banner digital Toraja... dan astagaa, benda yang kutabrak tersebut ternyata seorang wanita muda yang rambut panjangnya menutupi wajah jadi aku tak melihat ekspresi apakah dia kesakitan atau tidak.

"Oh i'm Sorry, i'm sorry" kataku sambil membantu membereskan barang-barangnya dan tanpa sadar bahwa bahasaku adalah bahasa sehari-hari di Amerika.

"Kamu siapa sih bule ? lihat-lihat donk.." jawab sang gadis marah sambil ikut membereskan barang-barang yang berantakan dan menyibakkan rambut hitamnya yang indah, dan woww dibalik rambut indah tersebut ternyata ada wajah yang cantik dan belum pernah kulihat selama ini di Amerika.

"ehh, ma..ma..maaf, aku tidak lihat tadi kalau kamu ada didepanku.." ekspresi gugup ditambah bahasa Indonesia yang kacau balau melengkapi penderitaanku didepan gadis yang kecantikannya membuat aku melupakan kecantikan Rosy di Amerika.

"eh, bisa bahasa Indonesia yah... iya deh aku minta maaf juga karna tadi buru-buru dan tidak lihat kalau ada kamu di depanku,

oke saya jalan dulu yah.." katanya sambil tersenyum manis dan membuat hatiku seolah meleleh hehehe...

"hey, wait a second... eh maaf tunggu sebentar, saya Hiroyan Kiba boleh saya tau nama kamu ?" sepertinya paras cantik sang bidadari membuatku jadi nekad dan berusaha untuk mengetahui siapa dia... dan saat itu ada hadiah senyuman manis lagi untuk diriku.

"Namaku Fezriana, jika kita bertemu lagi panggil saja aku Ezry atau Fezry. Baik aku pergi dulu yah.." setelah bersalaman denganku tanpa basa basi kemudian dia berlalu dengan buru-buru menuju ke salah satu ruangan di bandara tersebut...
sayangnya waktu tidak mempertemukan kita disaat yang tepat padahal aku sangat penasaran ingin mengenal lebih jauh lagi tentang dirinya...

Fezry
Sumber Ilustrasi : 
((Tzuyu) https://pin.it/UBb59Fm)

Astaga, inikah yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama ?? dan gara-gara hal tersebut aku terpisah dari rombongan Tim Ekspedisi Timur, tak lama kemudian seseorang menepuk bahuku sambil berkata : "kemana saja kamu ?"

"eeh, siap Pak... Maaf tadi saya ada sedikit salah paham dengan.. eh, anu ..." susah ngomongnya kalau hati yang jatuh cinta dan rasa penasaran yang tidak tersampaikan...

"kamu kenapa Rio ? kamu sakit ?" orang yang menepuk bahuku yang tak lain adalah ayahku tentunya heran melihat reaksiku yang seperti orang lain di hadapannya.

"maaf pak tadi saya baru saja menabrak seseorang, dan dia sudah pergi" kataku tanpa sadar kalau kata-kata itu membuatku makin seperti orang linglung dihadapan ayahku sendiri...

"tapi kamu tidak apa-apa kan Rio ? atau ada yang terluka ?" kata ayahku lagi

"tidak pak, hanya sajaa..." kembali terbayang wajah cantik bidadari yang baru saja bertubrukan denganku

"hanya saja kenapa ?" tanya ayahku dengan serius karena perubahan cara bicaraku yang begitu drastis sejak tiba di bandara,

mungkin pemikirannya akibat efek teleportasi yang menyebabkan ada getaran sedikit dalam sistem syarafku sehingga caraku berbicara menjadi aneh.

tapi menurutku sendiri, itu bukan karna efek teleportasi namun karena efek dari.....

"Lapor Pak, Mayor Yonner meminta anda untuk segera menuju ke penginapan..." Letnan "Big Brother" John tampak datang dengan terburu-buru menghapiri ayahku.... wajahnya menunjukkan sebuah keseriusan dan keseriusan itu menjadi lenyap setelah melihat diriku dengan ekspresi yang tidak biasanya.

"hei nak, sepertinya disini kamu baru saja melihat sesuatu yang tak ada di Amerika..., apakah itu seorang wanita cantik ?" kelakar John seakan tau kejadian yang tadi dan sekaligus membuat wajahku menjadi merah karena pertanyaanya tersebut.

"apa ada sesuatu yang terjadi John ?" tanya ayahku memotong pembicaraan sekaligus tanpa sadar menyelamatkan mukaku dari ledekan kocak John

"iya sepertinya ada hal yang penting terjadi di koordinat utama pencarian kita Pak" jawab John

" baik mari kita segera menemui Mayor Yonner" ajak ayahku

"Rio ayo kita harus bergegas" ayahku kembali berpaling dan untungnya ekspresi kebingunganku sudah tidak kelihatan lagi

"siap komandan" kataku


Bersambung Ke : GENESIS 3

Minggu, 17 Juli 2016

Genesis 01

Cerita ini hanyalah fiksi, dan hasil imajinasi dari penulis. Sekali lagi hanya imajinasi Penulis, Usul dan Saran sangat saya hargai. Selamat Membaca.


Dunia Masa Depan
(Sumber Ilustrasi :
cdn.klimg.com)

MEDALI ZAMAN


New York, USA, MASA DEPAN

Kepingan itu adalah masa depan bumi, dia akan mengubah bumi kembali menjadi baru dan menjadi seperti disaat diciptakan. segala sesuatunya akan baru untuk seribu tahun kedepan, untuk waktu yang panjang melebihi imajinasi manusia. Aku menyebutnya medali karena siapapun yang mendapatkannya akan bagaikan juara yang tak pernah hilang namanya dari zaman ke zaman. namanya akan tertulis di dalam memory medali tersebut selama dia sebagai pemilik dan penggunanya. Yahh mungkin kita pernah mendengar cerita Lord of The Ring siapapun yang akan menguasai cincin tersebut akan menjadi penguasa dunia dan cincin itu akan membuat sang pemilik memiliki karakter jahat. Namun ada yang berbeda antara cincin tersebut dan medali ini. Medali zaman demikian orang menyebutnya adalah kekuatan yang begantung pada sifat dari sang pemilik. jika sang pemilik adalah orang baik maka medali akan memberikan arah menuju kebaikan dan jika sang pemilik adalah orang jahat maka medali tersebut akan memberikan mereka arah ke tujuan jahat sang pemilik. Aku pikir itu hanya sebuah dongeng sebelum tidur dari generasi ke generasi yang diciptakan untuk anak-anak, sampai semuanya berubah dan membawa aku ikut dalam pencarian.

Namaku Hiroyan Kiba (30) aku biasa dipanggil Roy, aku adalah anggota Corps I.P.G.K (International Peace Guard and Keeper) Detasemen Sejarah dan Arkeologi Dunia dengan pangkat Sersan. Ayahku Kolonel Hariun (59) biasa dipanggil Riu adalah Komandan kami yang berkantor di New York Amerika Serikat, kami adalah orang Indonesia. Namun sudah sangat lama orang tuaku meninggalkan kampung halaman dan menetap di negeri Paman Sam, sehingga dari bersekolah dan sampai sekarang ini aku hanya mengenal budaya dan kehidupan sehari-hari Amerika Serikat.

Gara-gara gossip tentang medali ini membuatku harus menuju kampung halaman bersama dengan tim riset kami. Sengaja Komisaris Tinggi Michael pimpinan I.P.G.K mengutus ayahku karena kami memang berasal dari Indonesia, dan disaat sekarang ini kami sudah berada di ruangan zero pusat mesin teleportasi antar negara yang mampu mengirim kami lebih cepat dari pesawat yang memakan waktu berjam-jam. Yah di Amerika Teleportasi itu sudah sangat biasa bagi kami yang berada di I.P.G.K, sesaat setelah mengecek kartu perjalananku aku kemudian bermaksud untuk segera masuk ke Pesawat Teleportasi yang muat untuk 6 orang bersama dengan pilot dan ko pilotnya. Pesawat tersebut sama layaknya seperti ruangan dalam sebuah pesawat terbang, dilengkapi kursi dan sabuk pengaman penumpang. pada posisi depan merupakan tempat yang menyerupai kursi pilot dan kopilot yang bertugas untuk mengendalikan pesawat terbang, namun Pilot kami sekarang bukan pilot yang telah lulus akademi penerbangan melainkan ayahku sendiri Riu yang menjadi pimpinan tim ekspedisi Medali Zaman, demikian kami menyebut nama rombongan kami. Setiap perwira di I.P.G.K telah mendalami pelatihan pilot Pesawat Teleportasi, dengan demikian jika melakukan perjalanan antar negara maka mereka akan mampu untuk mengendalikan mesin teleportasi tersebut.

"Sersan Hiroyan, harap bapak segera ke ruang penjemputan, ada tamu yang sangat mendesak ingin bertemu anda sebelum berangkat.." Private Larry, bawahanku melapor dengan wajah serius secara tiba-tiba yang membuatku langsung menuju keruang penjemputan atau ruang umum. Pangkalan Pesawat Teleportasi merupakan pangkalan yang dibagi menjadi beberapa bagian. Pertama adalah Ruangan Umum untuk kegiatan sehari-hari seperti administrasi, Ruangan Steril 2 khusus untuk para penumnpang pesawat Teleportasi, Ruangan Steril 1 untuk hanggar dan parkiran pesawat, dan terakhir adalah ruangan Zero untuk pemberangkatan pesawat teleportasi.

"siapakah gerangan yang akan menemuiku disaat-saat aku akan berangkat ke tempat yang jauh ?" penasaran hatiku bertanya. di ruang umum orang yang menemuiku telah menunggu ternyata dia adalah Rosy wanita yang selama ini menjadi tambatan hatiku.. :)

"hai, sudah mau berangkat yah ?" katanya sambil menunduk dan tersipu malu, Rosy berkata sambil tak berani menatap mataku, sepertinya dia menyimpan sesuatu yang memaksaku untuk mengetahuinya tanpa sebuah kata-kata yang diungkapkan.

"iya, dari mana kamu tahu kegiatan kami ?, ini kan kegiatan yang tidak diketahui oleh orang lain selain Divisi kami dan Divisi Intelijen Dunia ?" tanyaku sambil menatap serius padanya.

Rosy
(Sumber Ilustrasi : modelkubaju.blogspot.com/2019/10/
info-top-55-baju-pramugari-nam-air.html)

Aku dan dia memang akhir-akhir ini sering bertengkar dan tidak sejalan, mengenai hal yang sepele pun kadang menjadi sebuah pertengkaran, namun hari ini dia telah membuatku terpesona dengan seragam lapangan yang selama ini jarang dipakainya jika dia sedang bersamaku, dia bekerja sebagai pramugari di maskapai Civilian Shield Air (C.S.A), maskapai yang bergerak dibidang pertahanan masyarakat sipil. Jadi aku tak heran jika seragam para pramugari Civilian Shield Air hampir sama dengan seragam wanita dari US Air Force. Sekalipun seragamnya semi militer namun tak menutupi kecantikan dan keindahan tubuh wanita yang sebanarnya sangat kusayangi ini, hanya saja kemarin andaikan bukan gara-gara pertengkaran kami yang berlarut-larut mungkin sekarang aku sedang dalam perjalanan ke pangkalan Civilian Shield Air untuk menjemputnya. Yah sejak awal sebenarnya Komisaris Michael tidak memaksa diriku untuk ikut berhubung perjalanan yang menempuh banyak resiko dan memerlukan mental yang kuat untuk duduk diatas pesawat teleportasi, namun karena pertengkaranku itulah dengan Rosy sehingga aku memutuskan sedikit memaksa Pak Komisaris untuk membuatkanku kartu perjalanan, kunci dari ikutnya diriku dalam sabuah tim yang dipimpin langsung oleh ayahku Riu, aku benci dengan pertengkaran dan aku ingin bebas dari rasa galau yang menimpaku.

" maafkan aku Roy, aku memang salah dan masih kekanak-kanakan, tapi aku mohon batalkan niat kamu untuk ikut di ekspedisi ini"
mohonnya dengan wajah yang meminta belas kasihan.

" telat kamu ngomongnya, seandainya dari kemarin kamu tidak cuek dengan hubungan kita, mungkin saja ekspedisi ini bisa kubatalkan, tapi kenapa baru sekarang kamu datang ?" kataku.

"iya deh maaf, aku kemarin tidak sengaja memulai pertengkaran hanya karena kamu menginginkan karierku kujaga baik di C.S.A, selama ini aku memang terlalu terlena dengan kegiatan bersama kawan-kawanku dan sedikit melupakan karir serta hubungan kita, jadi aku mohon maafkan aku dan temani aku sore ini ke Party Field, aku ingin bertemu dengan idolaku yang katanya akan tampil sore ini di Party Field Zero, " katanya penuh harap.

"dasar nggak tahu perasaan nih anak, apa dia lupa pertengkaran kemarin gara-gara Party Field juga ?" kataku dalam hati.

"maaf aku nggak bisa, aku mau ikut ekspedisi. Silahkan kamu ajak orang yang selama ini buat kamu senang-senang, kan banyak teman laki-laki yang bisa ajak kamu ke Party Field" ujarku.

"iya deh maaf kalau ganggu ekspedisi kamu, kembali ke Amerika jangan pernah hubungi aku lagi, dan jangan pernah harap aku akan jadi pendampingmu. Mungkin kamu ntar punya jodoh sendiri, aku benci dipermainkan seperti ini, kita akhiri saja hubungan kita.." Rosy berkata dengan emosi yang tidak dapat dibendung lagi. Padahal sebenarnya aku berharap dari kejadian kemarin dia mau belajar untuk berubah, namun apa yang kulihat sekarang benar-benar sangat mengecewakan. Ya mengecewakan jika pasangan yang kita harapakan selama ini tidak bisa mengerti keadaan dan kondisi hati yang sebanarnya. Ah sudahlah semoga selama aku pergi dia akan baik-baik saja, mungkin juga selama aku pergi dia akan temukan yang lebih baik, dan mudah-mudahan dia bahagia.

"permisi, sersan Roy" katanya dan meninggalkanku tanpa memberiku kesempatan untuk berbicara.

Benar-benar nih cewek, dari dulu sampai sekarang tidak bisa berubah, mungkin gara-gara trauma masa kecil yang menyebabkan dia seperti itu...

"Sersan Roy,,," terdengar suara lain memanggilku. Dan yang ada dibelakangku adalah ayahku sendiri dengan wajah yang serius..wah gawat ini..

"siap komandan..." kataku

"kemana Rosy ? apa dia sudah pulang ?"

"iya ayah, dia sudah pulang, ada urusan penting di maskapai katanya" terpaksa aku berbohong dan menutupi kenyataan bahwa baru saja aku putus dengan Rosy.

"baik sersan, alat transportasi kita sudah siap. Kita harus segera berangkat ke lokasi secepatnya" katanya seraya beranjak pergi.

Aku mengikuti ayahku dari belakang menuju kembali ke ruang zero. di ruang zero telah berkumpul 10 orang tim ekspedisi yang siap untuk berangkat bersama kami. Tim ekspedisi kami terbagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama merupakan tim dari Corps I.P.G.K (International Peace Guard and Keeper) Detasemen Sejarah dan Arkeologi Dunia, dan tim kedua dari Corps I.P.G.K (International Peace Guard and Keeper) Detasemen Keamanan Personil. Detasemen kedua merupakan prajurit-prajurit tangguh yang ditugaskan untuk menjadi pengawal ekspedisi agar terhindar dari gangguan kriminal dan serangan tak terduga dari hewan buas andaikan kami berada di hutan liar.

Tim Detasemen keamanan dipimpin oleh : Letnan John (35) salah satu lulusan terbaik dari sekolah komando US Navy SEAL , dan Tim ekspedisi dipimpin oleh ayahku sendiri.

"Hello Sergant Roy, apa kabar ?" Letnan John tersenyum ramah kepadaku sambil mengulurkan tangannya. Walaupun tampangnya sangar dan wajah dihiasi jambang. Prajurit Amerika ini sangat baik kepada semua orang, terlebih pernah dia dibantu oleh ayahku pada saat masih bersekolah di sekolah komando beberapa tahun yang lalu.

"Hello Lieutenant John, I'm fine, Nice to meet you again. And how about you Big Brother ?" sambil membalas jabat tangannya. aku memanggilnya dengan sebutan Big Brother karena dia dapat dijadikan teladan dan dulu aku selalu minta nasehat dari dia kalau pas lagi ribut dengan pacar-pacarku, hehehehe.., jadi tak ada salahnya aku anggap dia Kakak tertua dan tampaknya John senang kalau kupanggil seperti demikian.

"aku baik-baik saja Ryo, apa ini misi pertamamu si anak manja ? hahahahaha..." kata BigBro sambil tertawa...

"Ohh, Come On John... i'm not a spoiled child again..." kataku kesal,

"Oke,oke I'm Sorry My Brother", katanya dengan tawa yang masih ditahan.

tapi harus kuakui bahwa John memang benar. dulu sewaktu dia masih pendidikan di sekolah komando sering aku mengganggu istirahatnya dengan curhatanku yang panjang-panjang sampai kadang dia tertidur sebelum membalas curhatanku di messengernya. Pernah juga aku kena teguran dari ayah gara-gara aku John sampai terlambat ikut apel pagi lantaran kesiangan bangunnya, ya gara-gara messengerku lagi...Tapi satu yang aku suka dari John, dia mengerti tentang diriku, dan dia benar-benar bersikap sebagai seorang kakak laki-laki dan tak pernah mempermasalahkan kesusahan apa saja yang sudah kulakukan padanya.

"Perhatian untuk Corps IPGK Tim ekspedisi Timur, agar segera menuju ke ruang zero. Alat teleportasi segera akan di aktifkan",  terdengar pemberitahuan pada seluruh ruangan dari pusat pengendali pesawat teleportasi.

Pesawat Teleportasi
(Sumber Ilustrasi : www.theatlantic.com/sponsored/
thomson-reuters-why-2025-matters/electric-flight/208/)

"Oke it's time, sekarang waktunya Roy. sampai jumpa di Indonesia" kata Letnan John menepuk bahuku sambil bergegas menuju pesawat teleportasi tumpangannya.

"sampai jumpa di Indonesia Letnan.." aku membalas kata-katanya dan tanpa banyak berpikir lagi aku pun masuk ke pesawat teleportasi Air Hawk 1, sementara Letnan John dan Detasemen Keamanannya menggunakan Air Hawk 2.

diatas pesawat, sudah hadir ayahku dan 4 orang tim ekspdisi, Dr. Mariah (29), Proffessor Dr. Hubert (40), Dr. Christine (36), dan Private Larry (22). Dr.Mariah adalah wanita keturunan Amerika Mexico sekilas mirip dengan artis cantik amerika karena tampilannya yang modis, dia adalah lulusan dari harvard dan menjadi asisten dari Dr. Hubert. Dr. Hubert keturunan Amerika adalah seorang guru besar di Universitas terkemuka di Amerika Serikat serta menjadi kepala bagian Pusat Riset serta penambangan Arkeologi Corps I.P.G.K. Dr. Christine wanita kulit hitam amerika yang memiliki darah asia sehingga menjadikannya idola dikalangan teman-teman prianya. lulusan universitas Yale bidang teknisi arkeologi dan menjadi wakil kepala dari teknisi arkeologi corps I.P.G.K. Yang terakhir adalah Private Larry yang merupakan lulusan terbaik dari sekolah tamtama di US Army.Kecuali Ayahku, dan Dr. Hubert, kami semua di pesawat itu masih lajang semua namun Dr. Christine berencana setelah menyelesaikan ekpsedisinya dia akan segera menikah dengan sahabatnya dari kota Philadepiha

"baik apa kalian semua sudah mengencangkan tali pengaman ? kita akan segera berangkat" kata ayahku Riu..

"SIAP KOMANDAN", aku dan Larry berseru serempak sementara ketiga orang yang merupakan peneliti tadi hanya menyahut pendek sambil Mariah dan Christine tersenyum melihat kami. sementara sang professor hanya menatap kami tanpa ekspresi.

"Air Hawk 1 apa kalian sudah bersiap untuk proses teleportasi ?" pusat pengendali pesawat teleportasi bertanya.

"disini Air Hawk 1 siap untuk proses teleportasi" pilot menjawab.

"Air Hawk 2 apa kalian bersiap untuk proses teleportasi ? "

"disini Air Hawk 2 bersiap untuk teleportasi" pilot menjawab.

"Baik, proses dimulai. Pilot masukkan kode koordinat Asia Tenggara : 6 derajat Lintang Utara - 11 derajat08'Lintang Selatan dan 95 derajat Bujur Timur - 141 derajat 45 Bujur Timur" perintah pusat pengendali pesawat teleportasi.

"siap, koordinat dimasukkan" Pilot kedua pesawat menjawab.

" masukkan koordinat Tempat Pendaratan : Indonesia, 2 derajat - 3 derajat Lintang Selatan dan 119 derajat - 120 derajat Bujur Timur" pusat pengendali pesawat teleportasi kembali memerintahkan koordinat baru.

"siap, koordinat dimasukkan, pesawat telah siap berteleportasi" Kedua Pilot Air Hawk menjawab perintah dari pusat pengendali pesawat teleportasi.

"Baik, semoga sampai ditujuan, Proses teleportasi segera dimulai waktu sekarang adalah pukul 08.00 AM waktu New York.."

itu adalah kata-kata terakhir yang aku dengar sebelum telingaku tertutup oleh suara mesin pesawat dan mataku melihat cahaya putih dari proses teleportasi. Kami akan menuju ke Indonesia, 2 derajat - 3 derajat Lintang Selatan dan 119 derajat - 120 derajat Bujur Timur. Dengan kata lain kami akan menuju Tana Toraja, kampung halamanku....

Bersambung ke : GENESIS 2