MEDALI ZAMAN
Ruang Briefing & Penginapan Tim Ekpedisi Timur, 08.39 PM
"ada sesuatu yang terjadi di koordinat A yang menjadi pusat penelitian arkeologi tim Ekpedisi Timur, seperti sebuah fenomena alam langka yang jarang terjadi di Negara ini..." Mayor Yonner menjelaskan di ruang Brifing Tim.
Dari peta online aku tahu bahwa pusat penelitian kami yang diberi kode titik NOL memang sedang mengepul asap aneh dari sebuah lubang yang baru saja terbentuk dari dasar bumi. Dari lubang tersebut keluar sebuah cairan yang menyerupai lumpur dengan titik didih 100 derajat dan unsurnya terdiri dari lumpur serta material yang mengandung besi, itu yang tebaca di peta Online yang ada di tangan kami masing-masing, selain mampu membaca suhu dan menentukan kandungan material di tempat kejadian peta online juga mampu menampilkan organisme hidup yang berada disekitar lokasi yang sedang dipantaunya, jadi kami dapat menghitung jumlah semut atau rayap yang sedang menghuni lokasi yang tampak di peta Online dan juga kehidupan di udara tentunya.
"Apakah malam ini kami bisa segera mengunjungi lokasi tersebut ? " ayahku bertanya kepada Yonner
"untuk saat ini kami sedang mengirimkan tim dari departemen pertambangan dan tenaga nuklir untuk menyelidiki hal tersebut lebih dahulu apakah fenomena ini merupakan peringatan akan bencana atau tidak, jika hasilnya negatif maka kita akan berangkat kesana dan melakukan penelitian, karena bagaimanapun anda dan teman-teman anda adalah tamu kami di Indonesia dan kami diwajibkann untuk melindungi tamu negara. Jadi mohon maafkan saya karena belum dapat mengantar Tim Ekspedisi Timur ke Lokasi.." kata Yonner dengan sehalus mungkin untuk menghindari kecurigaan dan kesalahpahaman antar dua tim yang berbeda negara tersebut.
"saya berjanji jika malam ini hasilnya telah keluar maka saya akan mengantar tim Ekspedisi ke lokasi penelitian besok pagi, mari kita istirahat sejenak, saya sudah menghubungi kawan saya di lembaga budaya Toraja untuk menyiapkan penyambutan bagi Tim ini, mari kita segera ke Balai Budaya ada acara adat budaya disana, saya yakin anda tidak akan menyesal menyaksikan keindahan budaya Indonesia yang juga merupakan negara asal anda Pak Komandan" Yonner panjang lebar berbicara berusaha meyakinkan ayahku bahwa malam ini kami harus beristirahat dan sedikit santai.
"baiklah mungkin malam ini kita harus bersantai sejenak, namun Tim Ekspedisi Timur jangan ada yang mabuk dan melakukan hal tidak senonoh di saat kita terpencar mencari hiburan nanti karena besok tugas penting menanti kita semua. Kalian paham para anggota Tim ?" kata ayahku Riu memberikan brifing penutup sebelum semuanya bubar.
"kami paham Pak" semua anggota Tim serempak menjawab
"baik mari kita santai dan menuju ke balai budaya Toraja, brifing saya bubarkan" tutup ayahku
BALAI BUDAYA TORAJA , 10.00 PM
Lagu dengan melody pentatonik di iringi dengan gendang adat yang ditabuh mengalun indah memenuhi ruangan budaya Toraja, musik yang belum pernah kudengar sebelumnya di Amerika. Musik dengan melody yang seperti mengandung unsur msitik yang membuat hati ini terasa damai dan damai ini semakin bertambah ketika melody mistik tersebut dilengkapi dengan tarian gemulai dari para gadis penari Toraja,, Luar biasa mereka cantik dan gerakannya seirama dengan melody mistik tersebut.
eitt, tunggu dulu sepertinya aku mengenal salah satu bidadari penari tersebut, Oh iya dia adalah Fezriana atau Fezry atau Ezry... dan dialah yang menaiki alat musik gendang sambil dengan lincahnya menggerakkan tubuhnya yang indah.
woww, pokoknya ndak boleh lagi aku kehilangan momen untuk lebih mengenal dia... kali ini aku harus minta kode messengernya dan....
Bip..Bip...Bip..Bip... tiba-tiba terdengar bunyi messenger khusus tim ekspedisi, sejenak aku membuka dan membaca isinya kemudian tubuhku serasa lemas dan jadi tidak bersemangat lagi.
Bunyinya : "Darurat,Tim Ekspedisi Timur segera berkumpul di ruang Briefing dan bersiap untuk perintah selanjutnya".
"yahh, kehilangan momen lagi nih... padahal aku sudah pasang target untuk ajak Fezry ngobrol", batinku
Tanpa peduli lagi dengan acara adat Toraja yang dimeriahkan dengan kegiatan yang lain akupun berdiri dan melangkah ke arah ruangan briefing Tim yang berada tak jauh dari Balai Budaya.
"parah nih, seandainya aku tau ada wanita secantik Fezry di tempat ini mungkin dari tahun-tahun kemarin aku sudah datang ke Indonesia dan mencarinya" pernyataan aneh-aneh keluar dari dalam pikiranku jika situasiku sedang galau,
dan pikiran galauku itu spertinya tidak cocok dipakai pada saat aku berjalan karena gara-gara itu kembali aku menabrak sesuatu pada saat aku melintasi koridor (jalan panjang) menuju ruangan briefing...
brakkk !!! aduhhh, aduhh,,, benda yang kutabrak dan sekarang tergeletak dilantai itu ternyata adalah makhluk hidup dan yang lebih mengejutkan lagi makhluk hidup itu adalah Fezry yang sekarang terduduk sambil meringis kesakitan akibat tertabrak tubuhku yang kalau berjalan sambil galau tak jauh beda dengan kendaraan buldoser.
ternyata di koridor tersebut ada beberapa ruangan ganti untuk peserta kegiatan di Balai Budaya dan dari ruangan tersebut Fezry muncul dengan beberapa teman gadisnya, kebetulan Fezry yang duluan keluar tepat membelakangi aku karna dia asyik bercanda dengan teman-temannya. Dan disaat itulah momen tabrakan terjadi.
"kok aku sial banget yah hari ini, tadi ditabrak di bandara dan sekarang kena tabrak lagi disini", keluhan Fezry terdengar sambil memungut aksesoris tari nya sambil dibantu teman-temannya yang lain.
"Siapa lagi sih yang jalan sambil ndak hati-hati ?" katanya sambil menoleh dan terkejut melihat aku kebingunan
"hei kamu yang tadi di bandara kan ?" tanyanya tersenyum seolah-olah tak percaya bisa bertemu denganku lagi, dari tatapan matanya seolah dia senang sekali melihatku apalagi disaat itu aku tidak mengenakan pakaian lapangan tapi menggunakan pakaian santai sehingga kesan seram dari seragam lapangan tidak tampak pada diriku.
"cieh, cieh inikah yang kenalan baru ? kasi kenalan dong sama kami Fezry". Salah seorang teman Fezry menatapku dengan penasaran sambil berkata, "tadi Fezry cerita kamu terus katanya kamu dari Amerika tapi mirip asli Indonesia makanya kami jadi penasaran seperti apa dirimu sampai Fezry terus cerita tentang kamu sampai dia kembali tabrakan sama orang yang menurut dia katanya tam....mpppfff..." kata-katanya terputus karena tiba-tiba Fezry menutup mulut temannya tersebut agar tidak melanjutkan kalimat yang selanjutnya. Aku yang dari tadi galau ditambah kaget sekarang jadi bingung juga karena lihat teman-teman Fezry yang jadi ribut dengan kata-kata yang barusan dan menertawai Fezry yang wajahnya mulai merona merah, tapi wajah yang merah tersebut membuat Fezry makin cantik terlihat.
"nggak apa-apa kok, maaf tadi aku buru-buru jalannya jadi tidak lihat-lihat, eh tadi nama kamu siapa ?" Fezry mencoba mengambil alih pembicaraan dari temannya dan sekaligus mencoba untuk membuat suasana jadi tenang. Sementara teman-temannya makin ribut saja gara-gara ekspresi Fezry yang masih salah tingkah.
"namaku Hiroyan Kiba, panggil saja aku Roy. kamu Fezriana kan ?"
"iya, kamu panggil saja aku Ezry" sambung Fezry
Bip..bip..bip..bip.. aduhh benda ini lupa kusilent lagi, suaranya yang keras merusak suasana romantisku sesaat dengan Fezry.
"eh kamu punya pesan tuh" kata Fezry dengan suara yang lembut.
"Fezry, kami duluan yahh, dadahhh" setelah messenger sekarang teman-temannya yang ganggu suasana lagi. Seolah-olah mereka tidak mau mengganggu kami tapi dengan suara tawa yang disembunyikan kelihatan kalau mereka mau menggoda kami berdua.
"ehh tunggu saya mau ikut juga" kata Feby dengan suara yang pelan tapi tegas.
Dalam hati aku sebenarnya sudah senang ditinggal sama teman-teman Fezry tapi mungkin Fezry punya urusan juga, dan tentu saja urusanku dengan Messenger ini juga harus kuselesaikan dan pastinya itu panggilan dari Tim Ekspedisi.
"oh iya Fezry, kamu punya Kode Messenger ?" kataku sebelum kehilangan momen lagi.
"ini nih kontakku sambil mengambil messengernya dan menyentuhkan benda tersebut ke messenger milikku. setelah menekan layar berwarna hijau maka messengerku telah otomatis menyimpan kontak dari Fezry".
"Terima kasih Ezry, semoga kita bisa bertemu lagi yahh" kataku sambil tersenyum kepadanya, padahal aku jarang tersenyum :D
"iya Your welcome, Roy" katanya sambil tersenyum manis kepadaku... dan hatiku mengatakan bahwa ini adalah kode...hehehe...
"oke sampai jumpa yah..." katanya lagi dengan senyumnya sambil berlalu dari hadapanku..
aku hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukan kepala sambil melihat dia berlari kecil menjumpai sahabatnya yang dari tadi sudah gelisah dan berbisik-bisik sambil terus memperhatikan kami.
Deg... Eh perasaan apa ini ? kenapa tiba-tiba rasanya ini terakhir kali aku melihat Fezry, dan belum sampai aku berfikir apa-apa tentang perasaan tersebut ada sebuah cahaya yang kelihatan di jendela berkelap kelip terlihat di udara dan menuju ke arah bandara..
Lho itukan... itu kan...
"FEZRYY, AWASSSS !!!!".... Tapi semuanya terlambat....
Bersambung Ke : GENESIS 4





