MEDALI ZAMAN
BATAS WAKTU..
Waktu, adalah penyambung antara kemarin, hari ini dan hari esok. Tak ada yang bisa menebak waktu, tak ada yang dapat melompati waktu, namun mungkin ada beberapa orang yang mampu mengembalikan waktu....
apa yang terjadi barusan ? yang aku ingat, tadi aku mengejar Fezry yang akan terkena hantaman benda seperti meteor dan setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi.. benda itu adalah AP 1000 (Apocalypso 1000), sebuah peluru kendali yang disetting bukan untuk menghancurkan saja namun mengirim target manusia ke zaman yang mereka tidak inginkan, sudah banyak korban ledakan dari peluru ini, dan peluru ini adalah jenis peluru yang ditakuti pada saat terjadinya perang, karena terdampar dizaman yang berbeda itu lebih menakutkan dari penjara manapun di dunia ini,,
Oh TIDAKK, dimana gadis itu sekarang ? dimana dia ? aku tersadar di sebuah tempat yang semuanya berwarna putih, putih seperti awan di langit namun tak memiliki ujung... aku mencoba menggerakkan tubuhku ternyata tak ada yang cedera namun sekarang aku tidak tahu akan melakukan apa, aku bingung dan setelah itu aku merasa hembusan angin yang sangat keras, tapi anginnya seolah menyayat kulit-kulitku.
Aku tahu sekarang aku ada dimana, aku ada diantara batas waktu, batas waktu adalah sebuah lorong yang akan menentukan dimana kita akan pergi, apakah kita akan ke masa depan, ke masa lalu, atau tetap dimasa sekarang.
Batas waktu ditemukan oleh pelintas waktu diabad 20 dan mulai dipublikasikan beberapa tahun setelahnya, hal ini menjadi proyek pemerintah negara-negara tertentu untuk mengubah sejarah negeri mereka. Namun beberapa pejabat yang tamak akan uang menjadikan batas waktu sebagai proyek untuk mendapatkan keuntungan dari teroris dunia sehingga lahirlah peluru kendali AP 1000 di zamanku.
"Arrrghhh.... sakit..." angin keras itu adalah badai waktu dan badai ini sanggup menghabisi nyawa manusia, jika di dunia ada angin tornado yang mampu menimbulkan kerusakan, badai waktu ini adalah badai yang sekali menerpa tubuh manusia akan mengurangi waktu hidup dari manusia tersebut, dan aku rasa itu lebih mengerikan dari tornado...
Oh, apa yang harus aku lakukan ? inikah ajalku ? dimana Fezry ? dimana Timku ? dan Dimana ayah ?
badai itu sudah ada didepanku dan spertinya nyawaku sudah tidak lama lagi, nafasku sesak dan paru-paruku rasanya mau pecah, semuanya menjadi gelap, sperti tadi....
......
....
..
.
UNKOWN TIME (Waktu Yang Tidak diketahui)
aku tersadar, tapi sepertinya aku bermimpi, apa aku benar-benar selamat ?
"apa yang terjadi padanya....?"
"apa dia baik-baik saja ?".....
"dia tidak apa-apa, badai waktu tidak merusak sistem syarafnya"...
"tapi kita harus meninggalkan dia di zaman ini, karna dengan begitu efek badai waktu tidak akan merusak memori dalam pikirannya"....
terdengar suara samar-samar dari seseorang, satunya seperti suara anak remaja dan satunya lagi seperti suara robot yang kasar dan berat... aku tak tahu harus berbuat apalagi karna badanku serasa lemas, bukan lemas seperti kurang istirahat namun seolah-olah aku tak mempunyai tenaga yang cukup untuk bangkit, ada rasa lelah seperti yang dikeluhkan oleh orang-orang tua yang sudah lanjut usia, itulah efek dari badai waktu, jika saja aku tidak diselamatkan oleh mereka pasti tubuhku perlahan-lahan akan terkikis oleh badai waktu, tubuh yang terkena badai waktu akan menua dengan cepat dan setelah nyawa lepas maka yang tersisa tidak akan ada lagi karena semua akan dihabiskan oleh badai tersebut. Jika selamat dari badai waktu maka akan ada efek sampingnya, misalnya kita kembali ke zaman kita efeknya tubuh akan mengalami penuaan yang sangat cepat serta ada efek kematian mendadak karena tidak stabilnya kondisi tubuh yang baru saja terkena badai waktu. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah berpindah mundur ke zaman sebelum zaman kita, dengan demikian jika kita hidup dizaman yang sebelum zaman kita maka itu adalah obat yang akan menangkal radiasi dari badai waktu, perlahan tubuh kita akan menyesuaikan diri dan radiasi tersebut akan hilang.
"Hei, ayo kita berangkat, nanti kamu dicari sama ibu, kamu tau kan ibu orangnya cerwet. Kita kan sudah tinggalkan pesan untuk dia di messengernya..." terdengar suara robot tadi setengah memaksa..."
"iya tunggu sebentar" kata suara remaja tadi
"kalian siapa ? Terima kasih sudah menyelamatkanku dari badai waktu..., kapan aku bisa pulang ke zamanku ? dimana aku tinggal di zaman ini ?" aku langsung berusaha untuk berkata-kata walaupun badanku serasa semakin lemas saja...
"jangan kuatir kak, kamu ada di zaman yang akan mengobatimu dari radiasi badai waktu, maaf kami harus meninggalkanmu sendirian, sudah ada pesan di messenger kakak, apa yang harus kakak lakukan dan dimana kakak akan menginap. Oh iya namaku..."
"heii, ayo berangkat.. aku lihat di televisi waktu ibu sudah marah-marah dikamarmu..." teriak sang robot dengan nada gelisah
Robot Penolong
(Sumber Ilustrasi : zahraratu-Wordpress.com)
(Sumber Ilustrasi : zahraratu-Wordpress.com)
aku hanya samar-samar melihat rupanya, bentuknya pendek bulat dan warna robot tersebut sepertinya biru atau putih, sedangkan sang remaja yang aku ingat menggunakan kacamata bundar... setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi...
....
...
..
.
aku kembali terbangun ditempat yang sama, namun kali ini tubuhku terasa agak ringan walaupun masih berat. Sepertinya efek badai waktu masih ada, yah aku harus istirahat dizaman ini sebelum aku kembali ke zamanku. Oh iya tadi kata si robot dan si remaja kacamata (aku bilang saja si robot karna namanya aku tidak tahu dan si remaja kacamata karna tadi baru mau bilang namanya tapi aku pingsan lagi), dia sudah menyimpan pesan di messengerku, oke aku buka dululah.sepertinya aku berada didalam sebuah bilik bambu, dan disampingku ada sebuah kotak yang bentuknya kuno dan berwana pudar, aku jadi penasaran ada dimana aku sekarang.
Tanpa peduli keadaan disekeliling aku kemudian membuka messenger yang terbawa dari zamanku, messenger tersebut sepertinya telah diubah bentuk sesuai dengan zaman dimana aku berada sehingga tidak menimbulkan kecurigaan jika ditemukan oleh penduduk zaman ini. Messengerku berbentuk sebuah kitab tebal dan lengkap dengan alat tulisnya, wah aku berada dizaman yang benar-benar lampau, namun dalam kitab tersebut ada sebuah retina scan yang disamarkan berbentuk perangko sehingga jika aku mendekatkan mataku pada perangko tersebut dan menarik tali pembatas buku maka kitab tersebut terbuka dan mengeluarkan perangkat messengerku beserta teknologinya, aku kemudian membuka messenger dan melihat pesan didalamnya.
Retina Scan
(Sumber Ilustrasi : Business Insider)
(Sumber Ilustrasi : Business Insider)
Jika ada yang melihatku mereka akan menyangka aku sedang membaca buku. suara dari messengerku dapat langsung terdengar tanpa mengganggu orang lain karna perangkatnya telah tertanam di belakang telingaku. Dan sengaja format pesan tersebut bukan dalam bentuk hologram yang menampilkan langsung sang pengirimnya namun dalam bentuk format video yang sudah sangat kuno dizamanku.
Didalam video messenger tersebut tampak sebuah benda yang sepertinya itu adalah mesin waktu abad 22 melayang dan sang robot sementara mengendalikan mesin serta sang remaja kacamata merekam situasi yang terjadi,
"maaf kak, kami buru-buru jadi kami akan tinggalkan pesan kami di video ini" sang remaja berkacamata mulai berkata di dalam messengerku.
"kakak kami temukan tergulung oleh badai waktu, waktu itu aku dan dia (sambil menunjuk si robot) sedang dalam perjalanan pulang dari masa depan dan kami beruntung bisa menarik kakak dari badai waktu tersebut, pesan kami kakak jangan coba untuk masuk sendirian kedalam ruang waktu karena saat sekarang banyak korban dari badai waktu yang tidak bisa diperkirakan kapan datangnya, kami berdua saja beberapa kali hampir tergulung oleh badai tersebut, untunglah robot saya menguasai teori waktu lampau dan waktu datang sehingga kami bisa terhindar sekaligus menyelamatkan kakak. Kami tak tahu siapa nama kakak dan kenapa bisa berada didalam badai waktu tapi kami sengaja membawa kakak jauh ke tahun 1919 agar radiasi badai waktu tidak merusak sistem syaraf kakak, semakin jauh kami membawa kakak ke masa lampau maka semakin cepat efek radiasi tersebut hilang dalam tubuh kakak. ditangan kakak ada lampu pendeteksi kami pasang, jika tubuh kakak sudah bersih dari radiasi maka lampu berwarna hijau akan menyala, itu tandanya bahwa kakak sudah bisa kembali ke zaman kakak."
setelah sang remaja, maka yang berikutnya adalah sang robot yang gantian berbicara...
"haii, aku robot dari abad 22 lhoo," ujarnya jenaka, sepintas robot ini mirip kucing namun karna dia tidak memiliki telinga maka lebih mirip musang yang kulihat, robotnya lucu deh...
"oh iya, kakak ada di negara Hindia Belanda pada tahun 1919, jika kakak mau cepat pulih maka kakak harus hidup berbaur dengan penduduk di zaman ini dan pastinya kita sudah tahu apa tujuan lain dari berbaur kan kak ? ada panduan dalam messenger ini tentang pakaian dan lokasi tempat tinggal kakak sekarang. kakak tidak perlu berbelanja untuk membeli kebutuhan, di samping kakak ada kotak serbaguna yang bisa mengeluarkan pakaian, makanan, atau benda-benda lain yang diperlukan kakak pada zaman ini, jangan lupa setting tahunnya di tahun 1919 yaaa.., oh iya jika kakak mau kembali kezamannya cukup tekan tombol ungu di kotak tersebut dan kotak itu akan menjadi ukuran kecil sehingga bisa dibawa kembali bersama kakak ke zamannya, tapi kalau tidak dibutuhkan lagi silahkan kakak tekan tombol yang berwarna merah agar kotak tersebut kembali ke kami" terang sang robot sambil tersenyum lucu.
"baiklah kak, saya rasa semuanya sudah lengkap oke,
sampai ketemu lagi kak"... kata sang robot dan si remaja berkacamata tampak melambaikan tangan dibelakang robotnya.
Setelah pesannya selesai tampak dilayar messengerku posisi dan waktu dimana aku berada, Hutan X, Surabaya, Hindia Belanda, Abad 20, 05.00 AM (Pagi)...
Bersambung Ke : GENESIS 5


Tidak ada komentar:
Posting Komentar