Minggu, 27 November 2016

Genesis 02

MEDALI ZAMAN


Tana Toraja, Indonesia, Pukul 07.01 PM

Kami tiba di bandara khusus Teleport Tana Toraja, suasana sudah gelap namun masih tetap ramai tak jauh beda dengan Pangkalan Pesawat Teleportasi di New York, namun Pangkalan ini dikhususkan untuk mereka yang dari kalangan atas serta kalangan pengusaha, dan untuk operasi militer hal itu dikarenakan mahalnya biaya pengoperasian pesawat teleportasi di pangkalan Tana Toraja ini.

Bandara Teleport Toraja
(Sumber Ilustrasi : https://pin.it/5VD9qAN)

"Good night, can i help you sir ?" kata petugas yang menyambut kami saat baru saja keluar dari pesawat Air Hawk 1 dan Air Hawk 2.

"Selamat malam, saya dari Amerika Serikat tapi keturunan Indonesia dan kami ada tugas disini" Riu, ayahku menjawab dengan bahasa Indonesia.

"Ohh, maaf saya kira anda tidak bisa berbahasa Indonesia, kami dengan senang hati akan membantu anda dalam misi ini, anda tidak perlu terkejut karena saya sudah mendapat laporan dari organisasi anda, dan semua peralatan telah saya siapkan, Pak" dengan lancarnya sang petugas berbasa basi didepan rombongan kami.

"dari mana anda tahu bahwa kami memiliki misi ke tempat ini ?" ayahku dengan pandangan penuh selidik bertanya pada petugas tersebut.

"saya anggota Badan Intelijen Indonesia, kami harap anda datang ke negeri kami bukan untuk mencuri sesuatu dari kami namun memberikan sesuatu yang berguna untuk pembangunan bangsa Indonesia" entah kenapa sang petugas tiba-tiba memancing suasana menjadi panas.

"jangan kuatir ekspedisi kami telah diketahui oleh badan intelijen negara tuan dan darah kami sama dengan darah anda hanya saja kami warga negara Amerika Serikat dan kami diutus oleh badan Internasional untuk menyelidiki sesuatu di Tana Toraja. Penyelidikan kami akan kami laporkan juga kepada pemerintah Indonesia dan kami tidak akan menyembunyikan apapun dari hasil penyelidikan kami, apa pernyataan ini cukup bagi saudara ?" kata ayahku membuat sang agen Indonesia ini menjadi terdiam namun  kali ini dia tersenyum dengan wajah ramah.

"baiklah selamat datang di Indonesia, di Tana Toraja, Tondok Lepongan Bulan..." sahut sang petugas dengan maksud untuk mencairkan suasana.

Sepertinya orang ini pernah kukenal deh, Oh iya dia adalah Mayor Yonner (33), nama codenya adalah : Big K. Dia adalah pimpinan operasi anti pangkalan militer asing di Indonesia pada saat pangkatnya masih Kapten. Dari data Intelijen Amerika yang sempat kubaca di rumah seorang sahabatku, operasi yang dia lakukan cukup berhasil dan dia mendapat penghargaan tertinggi dari Presiden Indonesia karena operasinya yang menguasai pangkalan militer asing rahasia di beberapa pulau di Indonesia.

Badan Intelijen Amerika berencana untuk menangkap Yonner karena operasinya tersebut menyebabkan Amerika kehilangan beberapa pangkalan plus peralatan canggih yang jatuh ke tangan pemerintah Indonesia, jatuhnya peralatan canggih tersebut tentu saja membuat Amerika menjadi panik karena peralatan yang direbut oleh Big K adalah peralatan intelijen tingkat tinggi.

Sosok Yonner hampir sama seperti diriku, memiliki tinggi 165 cm, berbadan tegap, wajah tampan dan matanya selalu terlihat waspada. Namun saat ini dia sedang menyamar menjadi petugas travel bandara berhubung karena misinya di bidang yang sangat rahasia makanya dia tidak mau terlihat seperti kami yang sangat mencolok dengan atribut lapangan kami dari Corps I.P.G.K.

"Okey, Ladies and Gentlemen, follow me please... saya telah menyiapkan tempat peristirahatan bagi anda" kata Yonner sambil menebar senyum ramah khas Indonesia kepada kami tak terkecuali kepada kedua wanita cantik di dalam tim Ekspedisi Timur. Tentu saja kedua wanita Amerika tersebut berbunga-bunga mendapat perlakuan yang ramah dari sang agen sampai wajah Dr. Mariah bersemu merah namun ekspresi tersebut ditutupinya dengan pura-pura membaca peta digital Tana Toraja. Dan bagaimana dengan Dr. Christine ? dia hanya menunduk sambil tersenyum, mungkin dia menyesal kenapa selama ini dia tidak ke Indonesia dan berkenalan dengan pemuda Indonesia yang terkenal dengan ketampanan Asianya, hehehe...

"Uouppss, I'm sorry. Nama saya adalah : Yonner, pangkat saya adalah Mayor dan saya akan jadi pemandu anda di penyelidikan ini" Yonner tiba-tiba menyadari kesalahannya yang lupa memperkenalkan diri kepada kami.

Sesaat semua tim ekspedisi tertawa atas tingkah kekonyolan Yonner, mulai saat itupun suasana yang tadi dipenuhi oleh kekakuan antar dua negara sekarang menjadi cair dan penuh keakraban. Dua orang sahabat Yonner perwakilan dari Polisi dan Militer di TanaToraja ikut bergabung bersama kami sambil menyerahkan makanan dan minuman ringan untuk tim Detasemen Keamanan Personil termasuk kepada Letnan John sahabatku, hal tersebut membuat kami semakin akrab dengan para aparat dari Indonesia ini.

Saat melewati pintu keluar dari bandara tersebut aku terpesona dengan banner digital lukisan adat Tana Toraja yang sangat eksotis, wah kalau saja aku tau dari dulu mungkin aku akan...

BRAKKK... "aduh.." tiba-tiba aku merasa seperti menabrak sesuatu, dan sesuatu tersebut jatuh tepat dihadapanku yang sementara melongo terpesona sambil melihat banner digital Toraja... dan astagaa, benda yang kutabrak tersebut ternyata seorang wanita muda yang rambut panjangnya menutupi wajah jadi aku tak melihat ekspresi apakah dia kesakitan atau tidak.

"Oh i'm Sorry, i'm sorry" kataku sambil membantu membereskan barang-barangnya dan tanpa sadar bahwa bahasaku adalah bahasa sehari-hari di Amerika.

"Kamu siapa sih bule ? lihat-lihat donk.." jawab sang gadis marah sambil ikut membereskan barang-barang yang berantakan dan menyibakkan rambut hitamnya yang indah, dan woww dibalik rambut indah tersebut ternyata ada wajah yang cantik dan belum pernah kulihat selama ini di Amerika.

"ehh, ma..ma..maaf, aku tidak lihat tadi kalau kamu ada didepanku.." ekspresi gugup ditambah bahasa Indonesia yang kacau balau melengkapi penderitaanku didepan gadis yang kecantikannya membuat aku melupakan kecantikan Rosy di Amerika.

"eh, bisa bahasa Indonesia yah... iya deh aku minta maaf juga karna tadi buru-buru dan tidak lihat kalau ada kamu di depanku,

oke saya jalan dulu yah.." katanya sambil tersenyum manis dan membuat hatiku seolah meleleh hehehe...

"hey, wait a second... eh maaf tunggu sebentar, saya Hiroyan Kiba boleh saya tau nama kamu ?" sepertinya paras cantik sang bidadari membuatku jadi nekad dan berusaha untuk mengetahui siapa dia... dan saat itu ada hadiah senyuman manis lagi untuk diriku.

"Namaku Fezriana, jika kita bertemu lagi panggil saja aku Ezry atau Fezry. Baik aku pergi dulu yah.." setelah bersalaman denganku tanpa basa basi kemudian dia berlalu dengan buru-buru menuju ke salah satu ruangan di bandara tersebut...
sayangnya waktu tidak mempertemukan kita disaat yang tepat padahal aku sangat penasaran ingin mengenal lebih jauh lagi tentang dirinya...

Fezry
Sumber Ilustrasi : 
((Tzuyu) https://pin.it/UBb59Fm)

Astaga, inikah yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama ?? dan gara-gara hal tersebut aku terpisah dari rombongan Tim Ekspedisi Timur, tak lama kemudian seseorang menepuk bahuku sambil berkata : "kemana saja kamu ?"

"eeh, siap Pak... Maaf tadi saya ada sedikit salah paham dengan.. eh, anu ..." susah ngomongnya kalau hati yang jatuh cinta dan rasa penasaran yang tidak tersampaikan...

"kamu kenapa Rio ? kamu sakit ?" orang yang menepuk bahuku yang tak lain adalah ayahku tentunya heran melihat reaksiku yang seperti orang lain di hadapannya.

"maaf pak tadi saya baru saja menabrak seseorang, dan dia sudah pergi" kataku tanpa sadar kalau kata-kata itu membuatku makin seperti orang linglung dihadapan ayahku sendiri...

"tapi kamu tidak apa-apa kan Rio ? atau ada yang terluka ?" kata ayahku lagi

"tidak pak, hanya sajaa..." kembali terbayang wajah cantik bidadari yang baru saja bertubrukan denganku

"hanya saja kenapa ?" tanya ayahku dengan serius karena perubahan cara bicaraku yang begitu drastis sejak tiba di bandara,

mungkin pemikirannya akibat efek teleportasi yang menyebabkan ada getaran sedikit dalam sistem syarafku sehingga caraku berbicara menjadi aneh.

tapi menurutku sendiri, itu bukan karna efek teleportasi namun karena efek dari.....

"Lapor Pak, Mayor Yonner meminta anda untuk segera menuju ke penginapan..." Letnan "Big Brother" John tampak datang dengan terburu-buru menghapiri ayahku.... wajahnya menunjukkan sebuah keseriusan dan keseriusan itu menjadi lenyap setelah melihat diriku dengan ekspresi yang tidak biasanya.

"hei nak, sepertinya disini kamu baru saja melihat sesuatu yang tak ada di Amerika..., apakah itu seorang wanita cantik ?" kelakar John seakan tau kejadian yang tadi dan sekaligus membuat wajahku menjadi merah karena pertanyaanya tersebut.

"apa ada sesuatu yang terjadi John ?" tanya ayahku memotong pembicaraan sekaligus tanpa sadar menyelamatkan mukaku dari ledekan kocak John

"iya sepertinya ada hal yang penting terjadi di koordinat utama pencarian kita Pak" jawab John

" baik mari kita segera menemui Mayor Yonner" ajak ayahku

"Rio ayo kita harus bergegas" ayahku kembali berpaling dan untungnya ekspresi kebingunganku sudah tidak kelihatan lagi

"siap komandan" kataku


Bersambung Ke : GENESIS 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar